Sekretaris Jenderal Baru ASEAN

This post is also available in: English

Kemarin Le Loung Minh secara resmi mengambil alih jabatan sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN dari Surin Pitsuwan. Saya berada di Sekretariat ASEAN untuk menyaksikan upacara serah terima tersebut.

Dr Surin telah menjadi sosok yang dinamis di kancah dunia selama lima tahun terakhir. Beliau diakui berperan besar dalam meningkatkan profil internasional ASEAN. Beliau telah membantu mengarahkan ASEAN melalui langkah-langkah penting dalam perkembangannya, termasuk implementasi Piagam ASEAN dan kemajuan yang telah dibuat dalam menanamkan norma-norma hak asasi manusia. Selain itu, beliau telah terlibat dalam acara-acara seperti koordinasi bantuan internasional ASEAN ke Myanmar setelah kerusakan akibat bencana Topan Nargis pada tahun 2008.

Saya sempat menjadi Duta Besar Inggris untuk Myanmar pada waktu itu dan mengingat dengan jelas situasi di wilayah delta setelah topan melanda. Topan tersebut menewaskan lebih dari 100.000 orang dan menyebabkan lebih dari 2 juta jiwa dalam situasi yang berbahaya. Pemerintah militer pada waktu itu (yang kini telah banyak berubah) tidak mengizinkan badan-badan bantuan masuk. Setiap hari yang hilang berarti bertambah ratusan korban. Setelah negosiasi keras dengan pihak junta, sebuah mekanisme – yang melibatkan ASEAN, PBB dan pemerintah- akhirnya diciptakan dan bantuan pun dapat disalurkan. Ribuan nyawa bisa diselamatkan. Tetapi hal tersebut juga menandai evolusi politik yang penting bagi ASEAN itu sendiri. Sejak itu, kami telah menyaksikan sendiri perkembangan ASEAN dalam berbagai cara. Organisasi tersebut telah terlibat dalam resolusi konflik dan fungsi penting lainnya, serta tentu saja dalam mendorong proses reformasi berikutnya di Myanmar.

Sebagaimana Dr Surin mundur dari posisi kepemimpinan, kami menyambut penggantinya Le Loung Minh, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam dan Perwakilan Vietnam untuk PBB. Saya senang bahwa Le Loung Minh sempat mengunjungi London pada bulan Desember 2012, di mana beliau bertemu dengan Menteri Luar Negeri, William Hague, dan Menteri UK Trade and Investment (UKTI), Lord Green. Dalam masa tugasnya sebagai Sekretaris Jenderal, beliau menjanjikan untuk melakukan perkembangan besar bagi ASEAN, termasuk ambisi yang telah lama dipegang untuk menjadi Komunitas tunggal pada tahun 2015. Isu penting lain yang menunggu perhatian beliau meliputi upaya untuk menyetujui Kode Etik untuk Laut Cina Selatan, membangun Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN yang dikeluarkan pada KTT November lalu di Phnom Penh, dan memperkuat kapasitas Sekretariat ASEAN.

Saya berharap untuk bisa melanjutkan keterlibatan Inggris dengan ASEAN di bawah kepemimpinan Le Luong Minh, termasuk pekerjaan kita bersama-sama dengan Uni Eropa (UE) sebagai Mitra Dialog ASEAN. Pada Juli tahun lalu, pencapaian Inggris dalam Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama menunjukkan komitmen besar kami untuk bekerja lebih erat dengan Asia Tenggara. Pada bulan November, Menteri Luar Negeri Inggris membuka Kedutaan baru kami di Vientiane. Inggris sekarang menjadi salah satu dari sedikit negara yang memiliki perwakilan di semua sepuluh negara ASEAN, di momen yang penting dalam sejarah organisasi ini, dan sebagaimana organisasi ini bekerja untuk menjadi pasar tunggal terbesar keempat dunia.

Leave a Comment